YUTHI
← Semua artikel
Nutrisi · Mikronutrien

Seng: Sistem imun dan metabolisme hormon dalam sorotan

3 Min. waktu membaca YUTHI Redaktion

Seng sering dipasarkan sebagai obat flu. Apa yang sebenarnya ada di baliknya? Seng memang tidak tergantikan untuk banyak fungsi tubuh — namun manfaat suplemen sangat bergantung pada seberapa baik asupanmu saat ini.

Apa yang seng lakukan dalam tubuh

Seng adalah mineral esensial yang berperan dalam lebih dari 300 enzim. Seng terlibat dalam pembelahan sel, perbaikan DNA, penyembuhan luka, indera pengecap dan penciuman, serta produksi hormon seks seperti testosteron. Tanpa seng yang cukup, sistem imun dan kelenjar tiroid tidak bekerja secara optimal.

Tubuh tidak dapat menyimpan seng – tidak seperti zat besi atau Vitamin D. Artinya: asupan rutin melalui makanan diperlukan. Menurut nilai referensi Masyarakat Gizi Jerman (DGE), kebutuhan harian adalah 11 mg untuk pria dan 7 hingga 10 mg untuk wanita, tergantung asupan fitat (fitat mengikat seng di usus dan menghambat penyerapan).

Kapan kekurangan seng bisa terjadi — dan siapa yang paling berisiko

Kekurangan seng jarang terjadi di negara industri bagi mereka yang banyak mengonsumsi daging merah, makanan laut, dan unggas. Tiram memiliki kandungan seng tertinggi dari semua makanan: 100 g mengandung lebih dari 20 mg. Daging sapi, biji labu, kacang-kacangan, keju, dan biji-bijian utuh adalah sumber penting lainnya.

Yang berisiko adalah orang yang terutama mengonsumsi makanan nabati (fitat menghambat penyerapan seng dari tanaman), orang lanjut usia (kemampuan penyerapan berkurang), orang dengan penyakit radang usus kronis, dan orang dengan konsumsi alkohol tinggi (peningkatan pembuangan). Untuk kelompok ini, suplemen bisa bermanfaat — tetapi baru setelah pemeriksaan yang sesuai.

Apa yang ditunjukkan studi tentang seng dan pilek

Tablet hisap seng atau semprotan hidung seng yang dikonsumsi segera setelah gejala pilek muncul dapat, menurut meta-analisis Cochrane (2013), mempersingkat durasi pilek — sekitar satu hari. Efeknya terutama terlihat ketika seng dikonsumsi dalam 24 jam pertama setelah gejala muncul. Secara preventif — yaitu sebagai suplementasi jangka panjang untuk mencegah infeksi — bukti studinya lebih lemah.

Mekanismenya: ion seng menghambat penempelan rhinovirus (penyebab pilek yang umum) pada sel selaput lendir. Namun ini hanya berhasil dengan kontak langsung — itulah mengapa tablet hisap dan semprotan hidung lebih efektif dibanding kapsul yang dicerna di lambung.

Seng dan testosteron — apa yang sebenarnya benar

Seng terlibat dalam sintesis testosteron, dan kekurangan seng yang parah memang menurunkan kadar testosteron. Studi menunjukkan bahwa suplementasi pada pria yang kekurangan seng dapat menormalkan kadar testosteron. Kesimpulan terbalik — bahwa asupan seng yang lebih tinggi melebihi kebutuhan akan meningkatkan testosteron — tidak terbukti.

Iklan yang mempromosikan seng sebagai penambah testosteron berlebihan. Pada pria yang sudah tercukupi tanpa kekurangan, suplemen tidak menghasilkan perubahan hormon yang terukur. Siapa yang ingin memeriksa kadar testosteronnya sebaiknya melakukan tes darah — dan baru mengonsumsi suplemen jika ada kekurangan yang nyata.

Dosis dan bentuk sediaan

Seng glukonat, sitrat, dan bisglisinat diserap dengan baik. Seng oksida kurang bioavailable, tetapi terdapat dalam banyak produk murah. Siapa yang mengonsumsi suplemen sebaiknya tidak mempertahankan dosis harian di atas 25 mg secara terus-menerus: terlalu banyak seng menghambat penyerapan tembaga, yang secara sekunder dapat menyebabkan anemia dan masalah neurologis. Batas asupan yang dapat ditoleransi (Tolerable Upper Intake Level) menurut Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) adalah 25 mg per hari untuk orang dewasa.

Seng sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan suplemen kalsium, zat besi, atau makanan nabati dengan kandungan fitat tinggi, karena ini menghambat penyerapan. Dikonsumsi saat perut kosong dapat menyebabkan iritasi lambung — bersama makanan lebih mudah dicerna.

Mengukur dan memantau secara terarah dengan YUTHI

Jika kamu ingin tahu seberapa baik asupan seng kamu, tes seng serum adalah titik awal yang baik. Hasilnya bisa kamu catat di aplikasi YUTHI dan dipantau dari waktu ke waktu. Aplikasi ini juga membantumu memasukkan makanan kaya seng ke dalam keseharian — baik kamu makan daging maupun menjalani pola makan nabati. Siapa yang mengetahui status asupannya dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang apakah suplemen bermanfaat.

Lanjut di App

Ini baru gambaran sesaatnya. App mengubahnya menjadi pendampingan nyata.

Ukur setiap hari, bukan sekadar menghitung sekali: Vito atau Vita menafsirkan angkamu, membuatkan rencana mingguan, dan memberi tahu kamu jika ada yang perlu diperhatikan.

Segera diApp Store Segera diGoogle Play

Diluncurkan akhir 2026 — pertama untuk iPhone, Android menyusul. Beri tahu aku saat mulai ↓

Sumber